SEKILAS INFO
Selamat Datang di Website Amir Mahmud Center
Jumat, 5/12/2025

Apresiasi Kinerja Densus 88 dalam Menangkal Terorisme

Oleh. Amir Mahmud

(Direktur Amir Mahmud Center) 

Keamanan nasional adalah fondasi utama bagi terciptanya ketertiban dan rasa aman di masyarakat. Dalam konteks ini, kinerja Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Polri patut mendapatkan apresiasi tinggi, khususnya terkait kemampuan mereka mendeteksi dini dan menindak jaringan terorisme. Deteksi dini bukan sekadar memantau, tetapi mencegah aksi teror sebelum terjadi, sehingga nyawa masyarakat dapat diselamatkan.

Baru-baru ini, Densus 88 berhasil menangkap sejumlah tersangka yang merekrut anak-anak dan pelajar ke jaringan terorisme dari berbagai daerah di Indonesia. Operasi ini menyoroti betapa pentingnya pengawasan proaktif terhadap penyebaran ideologi radikal, termasuk di ranah digital. Penangkapan lima orang dewasa yang terlibat perekrutan anak di 23 provinsi menunjukkan bahwa ancaman terorisme tidak mengenal batas wilayah dan usia, sehingga strategi pencegahan harus senantiasa adaptif dan menyeluruh.

Selain itu, keberhasilan penangkapan empat tersangka simpatisan ISIS/Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Sumatra pada Oktober 2025 memperlihatkan efektivitas kerja intelijen Densus 88 yang mengawasi jaringan sosial dan propaganda radikal. Pendekatan ini membuktikan bahwa strategi kontra-terorisme di Indonesia tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif, berbasis intelijen, dan menitikberatkan keselamatan masyarakat.

Keberhasilan Densus 88 bukan sekadar soal penindakan, tetapi juga mencerminkan profesionalisme aparat yang mengutamakan hukum dan hak-hak warga. Deteksi dini memungkinkan intervensi sebelum potensi teror menjadi kenyataan, menekan risiko korban dan kerusakan harta benda. Hal ini juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan: mereka tahu bahwa ancaman ditangani sebelum berdampak luas.

Namun, capaian ini sebaiknya menjadi pemicu untuk penguatan kolaborasi lintas sektor — antara aparat, sekolah, keluarga, hingga komunitas lokal. Pencegahan radikalisasi anak dan remaja memerlukan pendekatan pendidikan, sosialisasi, dan pengawasan berkelanjutan. Densus 88 telah menunjukkan bahwa deteksi dini adalah kunci, tetapi keamanan yang berkelanjutan memerlukan partisipasi semua pihak.

Dengan demikian, kinerja Densus 88 dalam mendeteksi dini potensi ancaman terorisme dan menindak pelaku secara tepat waktu adalah contoh nyata strategi kontra-terorisme yang proaktif, efektif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat. Apresiasi terhadap keberhasilan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pencegahan, intelijen, dan edukasi masyarakat adalah fondasi yang tak terpisahkan dari upaya menjaga Indonesia dari ancaman terorisme. Editor. Amir