SEKILAS INFO
Selamat Datang di Website Amir Mahmud Center
Jumat, 5/12/2025

Ditintelkam Polda Jateng Gelar Pelatihan Wawasan Kebangsaan

Acara Ditintelkam Polda Jateng 

SEMARANG – Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Jawa Tengah menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Wawasan Kebangsaan pada Senin hingga Rabu, 27–28 Mei 2025, bertempat di Hotel Grasia, Jalan S. Parman No. 29, Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk memahami kesadaran ideologi dan membangun ketahanan masyarakat terhadap radikalisme, kekerasan, dan terorisme yang kini hadir dalam bentuk yang lebih halus dan terselubung.

Pelatihan ini menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan birokrat, akademisi, tokoh lintas agama, serta unsur sipil masyarakat. Mereka dihadirkan untuk memperluas wawasan peserta terhadap pentingnya wawasan kebangsaan sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Salah satu narasumber Amir Mahmud, sebagai Direktur Amir Mahmud Center (AMC), menekankan bahwa radikalisme dan ideologi ekstremisme saat ini tidak selalu muncul dalam bentuk kekerasan terbuka. Ancaman tersebut kini menyusup ke ruang-ruang sosial, pendidikan, keagamaan, bahkan budaya, melalui narasi keagamaan yang dibelokkan, hoaks yang terstruktur, dan manipulasi media sosial.

“Radikalisme bergerak dalam senyap, dengan wajah baru yang lebih rapi, lebih canggih, dan lebih dapat diterima oleh masyarakat yang tidak waspada. Untuk itu, kita tidak cukup hanya membangun hard security. Yang lebih penting adalah membangun soft immunity melalui ketahanan ideologi, penguatan wawasan kebangsaan, serta pemahaman keagamaan yang moderat dan toleran,” jelasnya.

Amir Mahmud juga menekankan pentingnya membekali masyarakat dengan kemampuan mengenali pola-pola infiltrasi ideologi transnasional yang merusak persatuan bangsa, termasuk yang dikemas dalam klaim ‘kemurnian agama’ tetapi sebenarnya memecah belah umat.

Tema pelatihan besar ini, “Membangun Masyarakat yang Berwawasan Kebangsaan sebagai Landasan Penggerak Kebangkitan Bangsa Menuju Masyarakat Indonesia yang Madani”, menurutnya sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Namun, ia mengingatkan agar tema tersebut tidak berhenti sebatas slogan, melainkan harus diwujudkan dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan kebudayaan sehari-hari.

“Kita tidak cukup hanya menghafal Pancasila, tapi harus menjadikannya sebagai prinsip moral dan pedoman hidup berbangsa,” imbuhnya.

Sementara itu, narasumber lainnya, Drs. Joko Prihatmoko, M.Si., menceritakan pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dan penguatan semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan. Adapun Yudho Yudha, S.Kom., membahas peran literasi digital dalam menangkal hoaks, kebencian, serta disinformasi yang menjadi ancaman nyata terhadap persatuan bangsa.

Menutup kegiatan, Amir Mahmud menyatakan komitmen Amir Mahmud Center (AMC) untuk terus menjadi ruang edukatif dan dialektika kebangsaan dalam membentengi masyarakat dari nilai-nilai destruktif.

“Kami percaya bahwa kebangkitan bangsa dimulai dari kesadaran kolektif akan pentingnya persatuan dalam keberagaman. Indonesia akan kuat jika seluruh anak bangsa menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan ideologi Pancasila,” tegasnya. Editor.Amir