Oleh. Amir Mahmud ( AMC )
Kata efisiensi sering muncul dalam wacana kebijakan negara, terutama saat perekonomian negara sedang tidak baik-baik saja. Rakyat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok, beban hidup yang semakin berat, dan pekerjaan yang semakin sulit. Dalam situasi seperti ini, efisiensi sejati harus menjadi komitmen bersama, dimulai dari mereka yang diberi amanah sebagai pemimpin.
Publik menampilkan fenomena yang kontras. Pada saat sebagian besar masyarakat menghadapi tekanan ekonomi dan berjuang mempertahankan kebutuhan dasar, DPR menyetujui peningkatan fasilitas berupa tunjangan tambahan hingga Rp3 juta per hari. Lebih jauh lagi, potongan video yang beredar menunjukkan suasana gembira dalam forum pengambilan keputusan tersebut. Kontradiksi semacam ini menimbulkan kesan adanya jarak psikologis dan moral antara elite politik dan rakyat, sekaligus menantang prinsip keadilan sosial yang seharusnya menjadi dasar dalam setiap kebijakan publik.
Dalam perspektif agama, fenomena ini adalah tanda ketidakadilan moral . Islam menekankan bahwa kekuasaan adalah amanah yang harus dijaga dengan keadilan dan kesederhanaan. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian cintai dan mereka mencintai kalian, kalian mendoakan mereka dan mereka mendoakan kalian. Dan seburuk-buruk pemimpin kalian adalah yang kalian benci dan mereka membenci kalian.” (HR.Muslim).
Hadis ini menegaskan bahwa pemimpin harus dekat dengan rakyat, merasakan penderitaan mereka, bukan malah menambah jarak dengan kemewahan. Faktanya, di banyak negara maju, para pejabat publik tidak mendapatkan fasilitas yang berlebihan. Di Skandinavia misalnya, menteri dan anggota parlemen menggunakan transportasi umum, menyewa rumah sederhana, bahkan berbelanja di pasar biasa. Transparansi dan kemudahan justru membuat mereka dihormati.
Pada akhirnya, jabatan publik tidak boleh dipandang sebagai ruang untuk menambah kenyamanan pribadi. Semakin besar keistimewaan yang dinikmati, semakin jauh seorang pemimpin dari rakyatnya. Padahal, kepemimpinan amanah adalah seruan untuk berkorban, bukan untuk bersenang-senang di atas penderitaan rakyat. Editor Amir
