SEKILAS INFO
Selamat Datang di Website Amir Mahmud Center
Jumat, 5/12/2025

Transformasi Polri dari Pengamanan ke Pelayanan sebagai Fondasi Demokrasi Beradab.

Oleh Amir Mahmud. 

( Direktur Amir Mahmud Center/ AMC )

Pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjukkan satu hal penting: negara ini sedang bergerak menuju model kepolisian yang lebih beradab, lebih manusiawi, dan lebih sejalan dengan cita-cita demokrasi. Bagi AMC, perubahan paradigma dari “pengamanan” menuju “pelayanan” bukan sekadar teknis operasional, tetapi perubahan cara pandang terhadap rakyat sebagai subjek kedaulatan, bukan objek kekuasaan.

Paradigma dialogis yang diusung Polri merupakan langkah strategis untuk menurunkan ketegangan yang selama ini sering muncul dalam aksi massa. Dialog sejak awal bukan hanya soal komunikasi, tetapi tentang mengakui martabat warga, membantu mereka menyampaikan pendapat tanpa hambatan, dan memastikan aspirasi yang dibawa tidak hilang dalam hiruk-pikuk politik dan birokrasi. Ini selaras dengan prinsip AMC: bahwa negara yang kuat lahir dari hubungan yang sehat antara rakyat dan institusinya.

Pembedaan tegas antara demonstran damai dan perusuh adalah prinsip yang AMC pandang sebagai pintu masuk menuju profesionalisme sejati. Tidak semua aksi harus dihadapi dengan pendekatan represif. Mereka yang datang dengan niat menyuarakan pendapat harus diperlakukan sebagai warga yang sedang menjalankan hak konstitusionalnya. Sementara itu, penegakan hukum tetap harus tegas terhadap mereka yang melanggar batas. Proporsionalitas adalah penanda kedewasaan institusi.

Langkah Polri mengundang Kepolisian Hong Kong ke Apel Kasatwil 2025 memperlihatkan keterbukaan untuk belajar dan berbenah. AMC memandang ini sebagai kemauan untuk naik kelas: belajar dari pengalaman internasional, menyerap praktik terbaik, lalu mengadaptasikannya dengan karakter sosial-politik Indonesia. Institusi yang besar adalah institusi yang mampu terus memperbaiki diri.

Pada akhirnya, yang sedang dibangun bukan hanya prosedur baru, tetapi kultur baru: kultur bahwa demonstrasi bukan ancaman, tetapi ekspresi kewarasan publik; kultur bahwa polisi bukan alat kekuasaan, tetapi pelayan masyarakat; kultur bahwa demokrasi hanya akan kokoh jika aparatnya berdiri bersama rakyat, bukan menentang rakyat.

Bagi AMC, transformasi ini adalah momentum penting untuk memperkuat kepercayaan publik. Jika Polri konsisten dengan paradigma ini, maka ruang demokrasi Indonesia akan tumbuh lebih sehat, lebih terbuka, dan lebih beradab—sejalan dengan visi AMC: membangun peradaban yang menempatkan manusia sebagai pusat, dan martabat sebagai prinsip utama. Editor. Amir